PALEMBANG — Jumat pagi, 7 Agustus 2026, ruang-ruang kelas XII MAN 3 Kota Palembang menghadirkan suasana berbeda. Tidak hanya alat tulis yang berada di hadapan murid. Tablet, laptop, hingga telepon pintar turut menjadi bagian dari pelaksanaan Tryout Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sejak pukul 07.00 WIB, murid mengikuti tryout menggunakan perangkat digital masing-masing di ruang kelas. Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.40 WIB dengan pengawasan guru mata pelajaran sesuai jadwal mengajar. Melalui pola tersebut, latihan menghadapi TKA sekaligus bersentuhan langsung dengan penggunaan teknologi dalam proses evaluasi pembelajaran.
Pemanfaatan perangkat digital membuat tryout tidak berhenti pada aktivitas menjawab soal. Murid juga dibiasakan beradaptasi dengan proses evaluasi menggunakan layar dan perangkat yang mereka gunakan. Bagi madrasah, pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari persiapan akademik sekaligus penguatan pembelajaran yang semakin dekat dengan teknologi.
Dari Ruang Kelas Menuju Pembelajaran yang Semakin Digital
Tablet, laptop, dan telepon pintar yang digunakan murid menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tryout kali ini. Perangkat tersebut digunakan untuk mengikuti rangkaian pengerjaan soal selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, teknologi hadir langsung dalam proses evaluasi akademik murid kelas XII.
Pemanfaatan perangkat digital juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan latihan yang sepenuhnya berbasis kertas. Murid harus membaca soal melalui layar, menjaga konsentrasi, serta mengatur waktu selama pengerjaan. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi terhadap pola evaluasi yang memanfaatkan teknologi.
Namun, tujuan utama program tetap berada pada pengukuran kesiapan akademik murid. Tryout digunakan untuk melihat penguasaan materi, mengenali bagian yang masih lemah, serta membantu guru memetakan kebutuhan pembelajaran. Hasilnya dapat menjadi dasar menentukan materi yang perlu diperkuat menjelang TKA.
Teknologi Menjadi Alat, Evaluasi Menjadi Cermin
Kepala MAN 3 Kota Palembang, Dra. Nuraini Farida, M.Si., menempatkan tryout sebagai ruang bagi murid untuk mengenali kemampuan mereka sebelum menghadapi ujian sesungguhnya. Menurutnya, hasil latihan tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Justru dari proses tersebut, kekurangan dapat diketahui lebih awal untuk kemudian diperbaiki.
“TO TKA ini bukan untuk menakuti kalian. Ini adalah cermin. Dari sini kita tahu kita sudah sejauh mana dan masih kurang di mana,” ujar Nuraini. Ia menekankan pentingnya menjadikan setiap kesalahan selama tryout sebagai bahan pembelajaran. “Jangan takut salah di TO, karena lebih baik salah hari ini dan belajar, daripada salah saat ujian sesungguhnya,” lanjutnya.
Pesan tersebut sejalan dengan fungsi tryout sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran. Guru dapat menggunakan hasilnya untuk melihat mata pelajaran yang membutuhkan penguatan dan murid yang memerlukan pendampingan lebih lanjut. Sementara bagi murid, tryout menjadi kesempatan mengukur kemampuan sekaligus melatih mental dan manajemen waktu.
Bukan Sekadar Bisa Menggunakan Gawai
Penggunaan perangkat digital dalam tryout juga memperlihatkan bahwa teknologi di lingkungan pendidikan tidak sebatas sarana komunikasi atau mencari informasi. Tablet, laptop, dan telepon pintar dapat ditempatkan sebagai perangkat pendukung proses belajar dan evaluasi. Penggunaan yang diarahkan untuk kebutuhan akademik membuat teknologi memiliki fungsi yang lebih produktif di ruang kelas.
Di sisi lain, proses tersebut memberikan pembiasaan kepada murid untuk menggunakan perangkat secara fokus dan terarah. Mereka dituntut menjaga konsentrasi selama waktu pengerjaan sekaligus menyesuaikan diri dengan proses evaluasi melalui media digital. Pengalaman seperti ini menjadi bagian dari kesiapan menghadapi perkembangan pola pembelajaran dan asesmen.
Nuraini berharap murid dapat terus meningkatkan kemampuan dari setiap proses latihan yang dilakukan. “Saya percaya kalian bisa. Buktikan bahwa MAN 3 Kota Palembang melahirkan lulusan yang siap bersaing,” katanya. Melalui tryout berbasis perangkat digital, MAN 3 Kota Palembang menggabungkan evaluasi akademik, pembiasaan teknologi, dan pemetaan pembelajaran dalam satu proses persiapan menuju TKA.
- Penulis/Reporter : Nurhayati Siregar
- Penyunting : Andarusni Alfansyur
- Dokumentasi : Mutiara Astri Diani
