MAN3PLG.SCH.ID Berita Dari Panggung Kelas, Tumbuh Keberanian dan Cinta Budaya

Dari Panggung Kelas, Tumbuh Keberanian dan Cinta Budaya

PALEMBANG — Murid MAN 3 Kota Palembang mengikuti pembelajaran Seni Budaya melalui kegiatan penampilan karya di depan kelas, Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kelas dengan melibatkan seluruh murid secara aktif.

Dalam pembelajaran itu, murid mendapat kesempatan untuk menampilkan kemampuan dan hasil karya seni di hadapan teman-temannya. Penampilan di depan kelas menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menekankan keberanian, kreativitas, dan kemampuan berekspresi.

Pembelajaran Seni Budaya tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi akademik. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi murid untuk mengenali budaya, membangun rasa percaya diri, dan menghargai karya orang lain.

Panggung Kelas Menjadi Ruang Ekspresi

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan memberikan ruang kepada murid untuk tampil secara langsung di depan kelas. Setiap penampilan menjadi bagian dari proses belajar yang melibatkan kreativitas dan keberanian. Murid lainnya menyaksikan serta memberikan perhatian terhadap karya yang ditampilkan.

Guru Seni Budaya, Mirna Rasuani, S.Pd., M,Pd. mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teori. Murid juga diarahkan untuk memperoleh pengalaman berkarya dan mengekspresikan gagasan. Pengalaman itu diharapkan dapat menumbuhkan kepekaan terhadap nilai seni dan budaya.

“Dalam praktik Seni Budaya, kami memberi ruang bagi murid untuk berkarya, berekspresi, dan mengenal akar budaya bangsa,” kata Mirna. Menurutnya, pembelajaran seni memiliki keterkaitan dengan pembentukan sikap dan karakter. Proses berkarya juga melatih murid menghargai perbedaan kemampuan dan bentuk ekspresi.

Menumbuhkan Kecerdasan dan Kepekaan Rasa

Mirna menjelaskan bahwa pembelajaran Seni Budaya diberikan agar murid tidak hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu mempunyai kepekaan rasa, kemampuan bekerja sama, dan penghargaan terhadap kebudayaan. Nilai-nilai tersebut dibangun melalui proses berkarya dan tampil di hadapan orang lain.

“Anak hebat lahir dari otak yang cerdas dan hati yang punya rasa,” ujar Mirna. Ia menilai seni dapat membantu murid memahami diri sendiri sekaligus lingkungan sosialnya. Karena itu, pembelajaran seni ditempatkan sebagai bagian dari investasi pembentukan karakter.

Melalui kegiatan ini, murid memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi seni secara langsung. Penampilan di depan kelas juga melatih keberanian, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan akademik dan karakter murid secara seimbang.

  • Penulis/Reporter : Nurhayati Siregar
  • Penyunting :  Andarusni Alfansyur
  • Dokumentasi : Jaya Madhonira