PALEMBANG — Memasuki peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Guru Bahasa Arab MAN 3 Kota Palembang, Saparuddin, memaparkan pentingnya merumuskan kembali makna hijrah bagi warga madrasah di tengah pusaran arus globalisasi. Peringatan 1 Muharram dinilai sebagai titik balik bagi madrasah untuk mengubah arah, dari sekadar terbawa arus informasi global menjadi pihak yang mengarahkan arus tersebut.
Saparuddin mengibaratkan globalisasi sebagai banjir bandang informasi tanpa rem, di mana algoritma media sosial sering kali dirancang untuk menciptakan kecanduan. Menghadapi tantangan tersebut, ia menegaskan bahwa iman dan akhlak harus difungsikan sebagai rem dan filter pelindung bagi para murid.
“1448 H ini adalah titik hijrah. Kita harus mencetak murid madrasah yang canggih secara teknologi dan senantiasa mutakhir (update), tetapi tidak kehilangan adab, tidak lupa akar budaya, serta tetap kokoh akidahnya,” jelas Saparuddin.
Kolaborasi Madrasah dan Evaluasi Diri Berbasis Digital
Menghidupkan semangat Tahun Baru Islam di lingkungan madrasah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Kepala madrasah dan para tenaga pendidik diharapkan dapat mengambil peran sebagai ‘influencer akhlak’ yang mengarahkan murid menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memahami pelajaran, bukan untuk berbuat curang. Tenaga kependidikan juga dituntut untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien, namun tetap mengedepankan keramahan.

Di sisi lain, murid yang tergabung dalam organisasi seperti OSIM, ROHIS, maupun MPK didorong untuk menjadi ujung tombak pergerakan melalui pembuatan konten dakwah digital dan kampanye positif. Peran orang tua di rumah juga tidak kalah penting dalam memberikan pengawasan serta literasi digital kepada anak-anaknya.
Mengenai momentum evaluasi diri (muhasabah), Saparuddin menyarankan agar perbaikan dimulai tepat pada 1 Muharram dengan memanfaatkan perangkat digital modern. Evaluasi tersebut tidak lagi dilakukan secara musiman, melainkan harian dan mingguan.
“Evaluasi di zaman sekarang bisa menggunakan aplikasi seperti Notion atau Google Calendar. Murid bisa mengecek durasi layar (screen time) harian mereka untuk melihat berapa jam waktu yang dihabiskan untuk belajar dibandingkan dengan berselancar di media sosial. Muhasabah ini menjadi reset besar untuk menetapkan target akademik dan ibadah,” paparnya.
Implementasi Hijrah Kebiasaan dan Konsep 4C
Implementasi nilai-nilai hijrah di lingkungan MAN 3 Kota Palembang difokuskan pada perpindahan kebiasaan sehari-hari. Di media sosial, murid diarahkan untuk beralih dari sekadar penikmat konten menjadi kreator konten edukasi. Di ranah pergaulan, hijrah dimaknai dengan beralih menuju kelompok belajar (circle) yang berorientasi pada pencapaian prestasi. Sementara pada lingkungan sekitar, hijrah diterapkan melalui gerakan pelestarian madrasah hijau.
Secara khusus, Saparuddin merumuskan strategi “4C Hijrah” bagi para murid agar mampu menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, dan berakhlak mulia di era global:
- Critical Thinking (Berfikir Kritis): Bersikap selektif dalam menggunakan gawai dengan berhenti mengikuti akun media sosial yang membawa pengaruh buruk, dan mulai mengikuti akun-akun edukatif, beasiswa, sains, serta tokoh agama.
- Creative (Kreatif): Tampil sebagai kreator dan peserta aktif dalam menciptakan karya, termasuk mengikuti kompetisi seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) maupun Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).
- Collaborative (Kolaboratif): Menghilangkan sikap individualistis dengan membangun kerja sama tim yang solid, saling membimbing, dan berbagi keahlian antar-murid.
- Character (Karakter): Membentuk fondasi kedisiplinan yang diawali dari ketepatan waktu ibadah Subuh. Karakter ini juga mencakup penerapan etika dasar berkomunikasi secara digital dengan senantiasa mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih, serta bertanggung jawab penuh saat bekerja dalam kelompok.
Melalui penerapan kedisiplinan dan kolaborasi antar-elemen madrasah ini, MAN 3 Kota Palembang berkomitmen untuk menjadikan peringatan 1448 H sebagai momentum nyata mewujudkan visi madrasah yang berwawasan global dengan akhlak yang tetap terjaga. (AA)
- Penulis/Reporter: Andarusni Alfansyur
- Dokumentasi : Foto Pribadi
- Penyunting: Tim Humas MAN 3 Palembang
