MAN3PLG.SCH.ID Berita Uji Coba Lapangan Riset Najwa dan Syafiyah Wujudkan Karya Seni Menjadi Aksi Kepedulian

Uji Coba Lapangan Riset Najwa dan Syafiyah Wujudkan Karya Seni Menjadi Aksi Kepedulian

PALEMBANG — Najwa Inayah dan Syafiyah Nurfadhilah melaksanakan uji coba lapangan penelitian di SDN 025 Palembang pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi tahap penerapan model lelang karya seni berbasis media sosial yang telah mereka kembangkan.

Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan karya seni sebagai sarana membantu pemenuhan perlengkapan sekolah bagi murid yang membutuhkan. Proposal riset itu diikutsertakan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau OPSI.

Dalam kegiatan tersebut, Najwa dan Syafiyah menyerahkan perlengkapan sekolah yang diperoleh melalui hasil lelang karya seni. Penyerahan kepada murid SDN 025 Palembang menjadi bentuk penerapan langsung dari model penelitian yang sebelumnya telah dirancang.

Menguji Penerapan Model Lelang Karya Seni

Uji coba lapangan dilakukan untuk melihat keterlaksanaan model penelitian dalam kondisi nyata. Tahapan tersebut menghubungkan proses penciptaan karya, kurasi, publikasi, lelang, hingga penyaluran manfaat kepada penerima.

Karya seni terlebih dahulu melalui proses kurasi secara luring dan daring. Publikasi serta kurasi daring dilakukan melalui Instagram dan Threads pada akun @coratcoretduniapendidikan. Media sosial dimanfaatkan untuk memperluas apresiasi terhadap karya sekaligus mendukung pelaksanaan lelang.

Hasil lelang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah murid SDN 025 Palembang. Melalui mekanisme tersebut, karya seni tidak hanya menjadi media ekspresi. Karya itu juga diarahkan menjadi sarana kepedulian yang memberikan manfaat secara langsung.

Dari Rancangan Penelitian Menuju Manfaat Nyata

Pembina riset, Rian Indriani, S.Ant., mengatakan uji coba lapangan menjadi bagian penting untuk melihat hubungan antara apresiasi seni dan pembentukan kepedulian sosial. Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan penggalangan dana.

“Ini bukan sekadar penggalangan dana. Ini tentang mengajari siswa untuk peduli dengan aksi nyata,” ujar Rian. Ia menjelaskan bahwa karya seni dapat memiliki nilai manfaat yang lebih luas ketika digunakan untuk membantu kebutuhan pendidikan.

“Karya seni yang biasanya hanya dipajang, sekarang bisa menjadi perlengkapan sekolah untuk adik-adik di SDN 025 Palembang,” katanya. Penyaluran perlengkapan sekolah tersebut menjadi bukti penerapan model yang dikembangkan Najwa dan Syafiyah dalam penelitian mereka.

Rian menambahkan bahwa penelitian tersebut diarahkan untuk menumbuhkan compassion sejak dini. “Kami ingin anak-anak belajar berempati, lalu naik satu tingkat menjadi compassion: ikut merasakan dan ikut bertindak,” ujarnya.

Uji coba lapangan ini menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan tahapan penelitian sebelum mengikuti proses penilaian OPSI. Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa karya seni dan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun kepedulian melalui tindakan nyata.

  • Penulis/Reporter: Nurhayati Siregar
  • Penyunting: Andarusni Alfansyur
  • Dokumentasi: Tim Humas MAN 3 Palembang