Palembang, 17 April 2026 — Kegiatan muhasabah siswa MAN 3 Palembang yang digelar di Auditorium madrasah berlangsung penuh haru dan menyentuh hati. Menghadirkan Ustadz Ahmad Al-Habsyi, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan pegawai sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan penguatan akhlak.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Al-Habsyi secara khusus mengajak para siswa untuk melakukan muhasabah terhadap sikap dan perilaku mereka kepada orang tua. Ia mengingatkan bahwa seringkali tanpa disadari, anak-anak melakukan kesalahan kecil yang dapat melukai hati orang tua.
“Coba renungkan, sudahkah kita membahagiakan orang tua? Atau justru sering membuat mereka kecewa. Ridha Allah terletak pada ridha orang tua,” ungkap beliau dengan penuh haru.
Suasana semakin khidmat ketika para siswa diajak menundukkan kepala, mengingat jasa dan pengorbanan orang tua sejak kecil hingga saat ini. Banyak siswa yang tampak meneteskan air mata saat merenungi sikap mereka selama ini.
Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap hormat, ketaatan, serta kesungguhan dalam belajar.
Kepala MAN 3 Palembang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran emosional dan spiritual siswa, khususnya dalam mempererat hubungan dengan orang tua.
“Kami berharap muhasabah ini mampu membentuk karakter siswa yang lebih santun, menghargai orang tua, dan memiliki kepekaan hati,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Al-Habsyi, memohon ampunan serta keberkahan untuk kedua orang tua. Para siswa juga diajak untuk berkomitmen menjadi anak yang lebih baik, patuh, dan membanggakan keluarga.
Melalui kegiatan ini, MAN 3 Palembang terus berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia, khususnya dalam membentuk generasi yang berbakti kepada orang tua sebagai pondasi utama kehidupan.
