PALEMBANG — MAN 3 Kota Palembang melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan karakter di lapangan basket madrasah, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 07.45 WIB. Seluruh murid kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan bersama guru serta pegawai madrasah.
Kegiatan Jumat pagi tersebut diisi dengan shalat berjemaah, pembacaan Surah Yasin, penampilan hadrah, dan penyampaian tausiah. Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bersama-sama sebelum proses pembelajaran dimulai. Program ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan budaya religius di lingkungan madrasah.
Selain membina kerohanian murid, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat karakter dan kebersamaan seluruh warga MAN 3 Kota Palembang. Guru, pegawai, dan murid berkumpul dalam satu kegiatan keagamaan. Kebersamaan itu diharapkan membangun lingkungan pendidikan yang tertib, religius, dan saling mendukung.
Dari Shalat hingga Tausiah Penuh Makna
Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan shalat secara berjemaah di lapangan basket MAN 3 Kota Palembang. Para murid mengikuti ibadah dengan didampingi guru dan pegawai. Pelaksanaan secara bersama-sama menjadi bentuk pembiasaan ibadah di lingkungan madrasah.
Setelah shalat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama. Seluruh peserta mengikuti rangkaian tersebut dengan tertib sesuai susunan kegiatan. Pembacaan Yasin menjadi bagian dari pembinaan rohani yang rutin dikembangkan madrasah.
Suasana kegiatan kemudian dihidupkan melalui penampilan hadrah dan penyampaian tausiah oleh perwakilan murid. Mario, murid MAN 3 Kota Palembang yang tergabung dalam Rohani Islam, menyampaikan tausiah mengenai rasa syukur. Ia mengajak seluruh peserta menyadari berbagai nikmat sederhana yang sering terlupakan dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar Bersyukur dari Nikmat yang Tak Terhitung
Dalam tausiahnya, Mario mengingatkan bahwa rasa iri dan dengki dapat muncul ketika seseorang kurang menyadari nikmat yang diterimanya. Menurut dia, kesehatan, keluarga, dan kemampuan bernapas merupakan karunia yang patut disyukuri. Kesadaran tersebut diharapkan membantu murid menjaga hati dan membangun perilaku positif.
“Sering kali hati kita merasa iri dan dengki, padahal jika kita merenungkan nikmat Allah, seperti bangun tidur dengan sehat,” kata Mario. “Kita juga dapat bernapas dengan gratis atau memiliki keluarga yang utuh. Jumlah nikmat tersebut tidak akan mampu kita hitung,” lanjutnya.
Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar murid tidak hanya memahami nilai keagamaan secara teori. Nilai tersebut juga perlu diterapkan melalui rasa syukur, sikap rendah hati, dan hubungan baik dengan sesama. Penyampaian tausiah oleh murid turut memberikan ruang pembelajaran dan keberanian berbicara di hadapan warga madrasah.
Kegiatan Jumat pagi ditutup setelah seluruh rangkaian ibadah dan pembinaan rohani selesai dilaksanakan. Program ini menjadi sarana membangun karakter religius sekaligus mempererat hubungan antara murid, guru, dan pegawai. MAN 3 Kota Palembang terus mendorong pembiasaan positif sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
- Penulis/Reporter : Nurhayati Siregar
- Penyunting : Andarusni Alfansyur
- Dokumentasi : Jaya Madhonira
