MAN3PLG.SCH.ID Berita Dari Lapangan MAN 3 ke Paskibraka Kota dan Provinsi, Jejak Delapan Murid Menjemput Merah Putih

Dari Lapangan MAN 3 ke Paskibraka Kota dan Provinsi, Jejak Delapan Murid Menjemput Merah Putih

PALEMBANG — Lapangan latihan di MAN 3 Kota Palembang menjadi saksi perjalanan delapan murid yang menapaki proses panjang menuju seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Dari tempat itulah disiplin, ketahanan fisik, dan keteguhan mental mereka ditempa, jauh sebelum nama-nama mereka diumumkan lolos pada 6 Juli 2026. Bagi para murid itu, Paskibraka bukan sekadar panggung kehormatan pada upacara kemerdekaan, melainkan ruang pembuktian diri sebagai generasi muda yang siap mengemban amanah kebangsaan.

Tahapan seleksi calon Paskibraka 2026 berlangsung sejak 9 Maret hingga 25 April 2026 di Kota Palembang. Dalam rentang waktu itu, para peserta harus melewati serangkaian proses yang menuntut kesiapan fisik, konsentrasi, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga konsistensi. Setiap tahapan menjadi ujian kesungguhan, sebab seleksi tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga karakter, tanggung jawab, dan ketahanan mental peserta.

Di antara para peserta itu, murid MAN 3 Kota Palembang datang dengan bekal latihan yang tidak ringan. Mereka mempersiapkan diri melalui pembinaan rutin, penguatan baris-berbaris, latihan fisik, serta pembiasaan sikap disiplin yang menjadi fondasi utama dalam proses seleksi. Dari ikhtiar itulah, tujuh murid dinyatakan lulus pada tingkat Kota Palembang, yakni Syahid Abdillah, Muhammad Nurfaizi, Abdurrahman Dimas Habibulah, Joko Dwi Sasono, Asyifa Putri Arini, Nindya Nadhmi Hamida, dan Najwa Masturina. Sementara satu murid lainnya, Nabila Husna, melangkah lebih jauh dengan lolos pada tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Perjalanan menuju titik itu dimulai dari proses persiapan yang dijalani dengan ritme disiplin. Latihan tidak hanya diarahkan pada ketepatan gerak dan kekompakan, tetapi juga pada pembentukan daya tahan dan kesiapan menghadapi tekanan seleksi. Para murid dibiasakan menjaga waktu, mematuhi instruksi pelatih, serta membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap proses yang mereka jalani. Dalam seleksi seperti Paskibraka, kemampuan teknis memang penting, tetapi ketekunan menjaga ritme latihan menjadi penentu yang tidak kalah besar.

Di MAN 3 Kota Palembang, persiapan menuju seleksi Paskibraka dipahami sebagai bagian dari pembinaan karakter murid. Sekolah tidak hanya menargetkan kelulusan, tetapi juga berupaya menanamkan nilai kepemimpinan, kerja sama, dan semangat kebangsaan. Karena itu, latihan yang dijalani para peserta bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pendidikan yang menuntut murid belajar tentang konsistensi, ketahanan, dan penghormatan terhadap amanah yang kelak mereka emban.

Kepala MAN 3 Kota Palembang, Dra. Nuraini Farida, M.Si., menegaskan bahwa seleksi Paskibraka merupakan proses yang jauh lebih luas daripada ajang mencari peserta terbaik dalam baris-berbaris. Menurut dia, tahapan ini menjadi wadah pembentukan karakter dan mental murid agar siap menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Seleksi Paskibraka tingkat kota dan provinsi bukan sekadar ajang baris-berbaris atau mencari siapa yang terbaik, melainkan proses pembentukan karakter, mental, dan kedisiplinan. Kami bangga atas potensi kalian,” ujar Nuraini Farida.

Baginya, capaian para murid yang berhasil menembus seleksi tingkat kota hingga provinsi menjadi penanda bahwa proses pembinaan di madrasah berjalan pada arah yang tepat. Keberhasilan itu tidak dipandang semata-mata sebagai prestasi seremoni, tetapi sebagai hasil dari latihan panjang, pengendalian diri, dan kesungguhan menjalani setiap tahapan. “Jadikan ini momentum untuk menguji kesungguhan, membawa nama baik madrasah, dan membuktikan bahwa murid madrasah mampu menjadi teladan serta pemimpin masa depan yang berjiwa nasionalis,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Pembina Paskibraka MAN 3 Kota Palembang, Tri Yansa Putra, S.Sos. Ia menyebut persiapan menuju seleksi tingkat kota dan provinsi menuntut fokus, kerja keras, dan manajemen waktu yang baik. Murid harus mampu menjaga keseimbangan antara latihan, kegiatan belajar, dan pemulihan kondisi fisik agar tetap siap menghadapi tahapan seleksi yang panjang. Dalam proses itu, ketahanan mental menjadi unsur yang tak bisa dipisahkan dari kesiapan fisik.

“Persiapan menuju tingkat kota dan provinsi membutuhkan fokus, kerja keras, dan manajemen waktu yang sangat baik. Tetap jaga kesehatan fisik dan mental kalian, serta ikuti setiap instruksi pelatih dengan penuh tanggung jawab,” ujar Tri Yansa Putra. Ia menilai setiap latihan merupakan ruang untuk membentuk kedisiplinan, bukan hanya memperbaiki teknik. Karena itu, peserta dituntut untuk hadir dengan kesungguhan yang sama dari awal hingga akhir proses.

Tri Yansa juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam seleksi tidak lahir dari rasa cepat puas. Ia meminta para murid menjaga semangat dan tidak menyerah pada setiap tahapan yang dihadapi. “Jangan cepat puas dan jangan pernah menyerah dalam setiap tahapan seleksi. Tunjukkan bahwa dedikasi, disiplin, dan doa kepada orang tua akan mengantarkan kalian mengibarkan Sang Merah Putih di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Puncak dari seluruh proses itu tiba ketika hasil seleksi diumumkan pada 6 Juli 2026. Tujuh murid MAN 3 Kota Palembang memastikan tempat pada Paskibraka tingkat Kota Palembang, sementara Nabila Husna berhasil menembus seleksi tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Bagi madrasah, hasil tersebut menjadi kabar yang menegaskan bahwa murid mampu bersaing dalam ajang pembinaan kepemudaan yang menuntut standar tinggi. Bagi para murid, capaian itu menjadi buah dari latihan, pengorbanan waktu, dan kesediaan menempuh proses yang tidak singkat.

Keberhasilan delapan murid itu juga memperlihatkan wajah lain dari pendidikan di madrasah. Prestasi tidak hanya tumbuh dari ruang kelas, tetapi juga dari lapangan latihan, dari peluh yang jatuh saat berlatih, dan dari kebiasaan menata diri untuk tetap disiplin di tengah kesibukan belajar. Paskibraka, dalam konteks ini, menjadi ruang pertemuan antara pendidikan karakter, pembinaan kepemimpinan, dan semangat cinta Tanah Air yang ditanamkan sejak dini.

Bagi MAN 3 Kota Palembang, pencapaian ini bukanlah garis akhir. Keberhasilan murid yang lolos di tingkat kota dan provinsi diharapkan menjadi pemantik semangat bagi murid lain untuk berani berproses dan mengambil bagian dalam ruang-ruang pembinaan yang menuntut integritas. Dari lapangan madrasah itu, jejak delapan murid telah menegaskan satu hal: bahwa murid madrasah tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga siap berdiri membawa kehormatan sekolah, daerah, dan Sang Merah Putih dengan disiplin, tanggung jawab, serta jiwa nasionalisme yang kuat. (NS)

  • Penulis/Reporter: Nurhayati Siregar
  • Penyunting: Andarusni Alfansyur
  • Dokumentasi: Tim Humas MAN 3 Palembang