Guru dan pegawai MAN 3 Kota Palembang mengikuti kegiatan tabligh akbar yang digelar di Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Palembang pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta instansi pendidikan dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Kehadiran para guru dan pegawai MAN 3 Kota Palembang menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan nilai moderasi beragama dan kerukunan antarumat di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penting mengenai kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia yang saat ini mencapai tingkat tertinggi. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia mencapai puncak kerukunan dengan angka sebesar 87 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sejarah baru karena bangsa Indonesia belum pernah mencapai tingkat kerukunan setinggi ini sebelumnya.
“Indonesia mencapai puncak kerukunan mencapai 87 persen, artinya belum pernah serukun ini. Bukan hanya di Palembang, tetapi di seluruh Indonesia. Artinya mari kita rawat dan pelihara,” ungkap Nasaruddin Umar dalam ceramahnya di hadapan jamaah tabligh akbar.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang istimewa karena memiliki keberagaman budaya, agama, suku, dan peradaban yang mampu hidup berdampingan secara damai. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia. Keberagaman yang dimiliki Indonesia bukan menjadi pemecah, melainkan kekuatan besar yang harus terus dijaga bersama.
Kegiatan tabligh akbar ini memberikan banyak nilai positif bagi para peserta, khususnya guru dan pegawai MAN 3 Kota Palembang. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan ukhuwah di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas MAN 3 Kota Palembang dapat terus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik demi terciptanya Indonesia yang damai, harmonis, dan bersatu.
