Palembang, 05 Februari 2026 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan bersama Densus 88 Antiteror Polri dalam rangka pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan dikemas secara edukatif serta dekat dengan dunia pelajar.

Dalam pemaparannya, perwakilan Densus 88 memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya paham IRET, terutama cara penyebarannya yang kini banyak menyasar generasi muda melalui media sosial dan ruang digital. Para siswa diajak untuk lebih kritis, bijak dalam menerima informasi, serta memiliki keberanian menolak ajakan yang bertentangan dengan nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan.
Momen Spesial Bersama Kak Rondoot
Kegiatan ini semakin menarik dengan hadirnya Kak Rondoot, tokoh Palembang yang dikenal dekat dengan generasi muda. Suasana aula langsung cair ketika Kak Rondoot membuka sesi dengan pertanyaan viral yang spontan namun penuh makna:
“Biso Bahaso Palembang?”
Pertanyaan sederhana tersebut sukses membangkitkan semangat siswa sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas lokal, budaya daerah, dan jati diri bangsa sebagai benteng awal menghadapi pengaruh paham IRET. Melalui gaya santai dan humor khas Palembang, Kak Rondoot menyampaikan pesan nasionalisme, toleransi, serta ajakan untuk bangga menjadi bagian dari Indonesia yang beragam.
Sesi ini berlangsung interaktif, diselingi tanya jawab dan respons antusias dari para siswa yang merasa pesan kebangsaan disampaikan dengan cara yang dekat dan relevan dengan kehidupan mereka. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, aparat negara, dan tokoh inspiratif lokal, MAN 3 Palembang berharap para siswa mampu menjadi agen perdamaian, menjunjung tinggi nilai toleransi, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak dari lingkungan madrasah.
