man3palembang@kemenag.go.id   |    +62711-411712, Fax
Jl. Inspektur Marzuki Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang 30138


Informasi (berita)


Siswa MAN 3 Lolos Final IESPL Piala Menpora

Palembang, Inmas.
 
Enam siswa MAN 3 Palembang berhasil menjadi pemenang Piala Menpora Esport 2020 pada kloter pertama, Senin (30/08). Indonesia Esport Premier League (IESPL) merupakan liga pertandingan olahraga elektronik (esports) yang dibentuk oleh Rangga Danu Prasetyo dan Giring Ganesha pada 10 Agustus 2018. Mereka mengaku telah berkolaborasi dengan publisher game hingga meyakinkan tim esports profesional untuk join di liga mereka dengan memberikan subsidi 400 juta kepada setiap tim untuk membentuk tim yang proper. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Piala Menpora Esport yang sebelumnya dilaksanakan tahun 2019.
 
“Banyak hal yang membuat kami ingin berkecimpung di industri esports. Dengan melakukan pencarian data, bertemu dengan komunitas team, pemain, publisher game. Dan pada saat itu industri esports masih sangat kecil peminatnya. Mungkin sudah banyak yang melakukan pertandingan esports tapi hanya terdengar di kalangan kecil. Maka dari itu kami ingin membuat esports menjadi sebuah industri yang maju dan bisa mengharumkan nama bangsa,” ungkap Vice President IESPL, Rangga Danu Prasetyo.
 
IESPL pertama kali mengadakan event di Tokopedia Battle of Friday (TBOF) dengan diikuti oleh 12 tim profesional yang ada pada saat itu. Mereka mempertandingakan 4 game yaitu DOTA2, CS GO, Point Blank, dan Mobile Legends. Event ini berlangsung kurang lebih selama 6 bulan, sejak 10 Agustus hingga 25 Januari 2019.
 
Babak kualifikasi Piala Menpora Esport 2020 kloter pertama diikuti oleh 512 tim, lalu dibagi menjadi dua bagan, yakni 256 tim per bagan. Setelah dipertandingkan secara off stream pada (25-26/08), terdapat 16 tim yang lolos ke kualifikasi, dipertandingkan lagi secara live stream di kanal Youtube pada (29-30/08) dan tim dari MAN 3 Palembang berakhir sebagai pemenang. Enam siswa MAN 3 Palembang yang mengikuti pertandingan ini adalah M. Kahfie Maulana, Rafi Akbar Pratama Hidayat, M. Zahran Sutan Radhi, Viero Pranata Putra, M. Syahru Romadhon, dan M.Rafieramadhanovan.
 
“Sebelum tanding, kami mencari player Mobile Legend di MAN 3 Palembang dan membentuk sebuah tim. Selama satu bulan, kami latihan ranked dan sparing dengan player hebat di Palembang. Kami selalu berlatih hingga kekompakkan kami terbentuk. Kami sangat semangat karena yakin bisa masuk ke grand final dan lolos babak kualifikasi,” ungkap M. Kahfie. Mereka mengaku sangat bersyukur dan bangga. Meskipun sibuk dengan tugas sekolah, mereka masih meluangkan waktu untuk latihan ranked dan sparing. Mereka pun berharap agar esport menjadi ekstrakurikuler di sekolah karena esport sudah resmi diakui sebagai sebuah cabang olahraga prestasi di Indonesia oleh Kemenpora dan KONI pada Agustus lalu.
 
Rangga Danu Prasetyo berpesan bahwa, “dengan bermain game saja tidak cukup. Banyak hal hal yang harus dikorbankan dan dilakukan jika ingin menjadi gamers yang bisa berprestasi.  Hal lainnya seperti belajar, tetap berolah raga fisik supaya stamina dan fokus tetap terjaga, pola makan yang sehat. Pendidikan adalah pondasi yang paling penting agar dapat membantu para gamers bisa menjadi pemain yang sukses sebagai pro player atau pelaku industri.” (Fai/HK)