man3palembang@kemenag.go.id   |    +62711-411712, Fax
Jl. Inspektur Marzuki Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang 30138


Informasi (berita)


Kedepankan Komunikasi Orangtua dan Komite, Penmad Kanwil Kemenag Sumsel Sosialisasi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19

Palembang, Inmas.

Kondisi darurat kesehatan yang saat ini sedang dialami bangsa Indoensia mesti disikapi dengan cerdas oleh setiap pemimpin, terutama kepala madrasah. Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel menggelar kegiatan sosialisasi pembelajaran di masa pandemi di MAN 3 Palembang, Rabu (19/08). Kegiatan dibuka oleh Plt. Ka.Kanwil Kemenag Sumsel, H. Abadil, S.Ag, M.Si. Kegiatan yang juga diisi dengan agenda pemilihan pengurus Musyawarah Kelompok Kepala Madrasah (MKKM) ini juga dihadiri oleh Kasubbag Humas, Dr. H. Saefuddin, M.Si, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan, Hj. Tati, M.Pd dan Kasi Sarana Prasarana Penmad Kanwil Kemenag Sumsel, Hj. Ika Susanti, SE, M.Si serta kepala madrasah se Sumsel.

Kepala bidang Pendidikan Madrasah, Drs. H. Khusrin, MM saat menyampaikan laporan kegiatan mengatakan, kepala madrasah harus memahami peraturan tentang pembelajaran di masa pandemi, terutama perubahan atas SKB 4 menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun pelajaran 2020-2021. Khusrin menegaskan, kepala madrasah harus memahami tingkat resiko penyebara covid-19 apabila diselenggarakan dengan tatap muka.

“Saya harap madrash sabar dan hati-hati dalam menentukan kebijakan. Baca dan fahami perubahan SKB 4 menteri dan kurikulum darurat serta juknis yang ada. Karena Kementerian Agama sudah menyiapkan semuanya untuk kita laksanakan sesuai kondisi zona di daerah masing-masing,”terangnya.

Khusrin menegaskan bagi zona hijau dan kuning yang memiliki peluang untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetap memperhatikan syarat yang ditetapkan.Kerjasama dan komunikasi antara madrasah dan orangtua serta komite madrasah terus dilakukan.

“Bagi zona hijau dan kuning diberi izin, namun ini merupakan sebuah pilihan, bukan keharusan. Kita harus tetap memperhatikan resiko dan izin dari orangtua siswa,”tegasnya.

Sementara itu, Plt. Ka.Kanwil Kemenag Sumsel, H. Abadil, S.Ag, M.Si dalam sambutan membuka kegiatan menyampaikan, kepala madrasah harus cerdas memahami situasi saat ini. Ia memberikan tiga kunci sukses dalam memimpin dan melaksanakan kebijakan yang diambil. Tiga poin tersebut yaitu memahami regulasi administrasi, cerdas berkomunikasi dan mampu berinovasi.

“Saat pandemi Covid-19 ini, warga sekolah saat ini mengalami dilema. Kepala madrasah harus memahami beberapa regulasi untuk masa ini, seperti kebijakan sekolah tatap muka, kurikulum darurat dan lain sebagainya. Selanjutnya kepala madrasah harus pintar-pintar melakukan komunikasi sebagai perpanjangan tangan pengambil kebijakan di tengah masyarakat. Hal ini agar informasi yang disampaikan tidak terjadi miskomunikasi atau bahkan menyebabkan orang ber-suudzon. Jangankan dengan manusia, komunikasi kepada ALlah lewat doa saja harus memiliki ilmu dan etikanya,” bebernya.

Lebih lanjut Abadil berharap, inovasi di setiap madrasah terus dikembangkan. Menurutnya, madrasah saat ini sudah menjadi idola. Ia juga mengingatkan, salah satu amanah dari bapak Gubernur untuk pendidikan madrasah agar kita mempertahankan program rumah Tahfizh.

“Mari kita bekerja dengan baik dan mempertahankan yang sudah baik. Gubernur meminta agar Kementerian Agama melalui pendidikan madrsah di Sumsel untuk melanjutkan program rumah Tahfiz yang telah dijalankan selama ini dan agar terus dikembangkan,” harapnya. (HK)