MAN3PLG.SCH.ID Berita Transfer Ilmu Lintas Generasi, Sinergi Pengalaman Guru dan Praktik Mahasiswa PPL UIN Jadikan MAN 3 Palembang Laboratorium Karakter dan Harmoni

Transfer Ilmu Lintas Generasi, Sinergi Pengalaman Guru dan Praktik Mahasiswa PPL UIN Jadikan MAN 3 Palembang Laboratorium Karakter dan Harmoni

PALEMBANG  — Pendidikan moderasi beragama tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Nilai adil, toleran, humanis, dan anti-kekerasan juga dapat dipelajari melalui praktik keseharian di lingkungan madrasah. Hal inilah yang menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa PPL selama menjalankan praktik pendidikan di MAN 3 Kota Palembang.

Melalui aktivitas piket guru pada Rabu (23/9/2026), mahasiswa PPL mendapatkan pengalaman langsung bagaimana seorang guru menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga ketertiban sekaligus membangun hubungan yang baik dengan murid.

Bagi MAN 3 Kota Palembang, meja piket bukan sekadar tempat mencatat kehadiran, menerima informasi, atau memastikan aktivitas madrasah berjalan tertib. Di balik tugas tersebut terdapat proses pembelajaran tentang bagaimana seorang guru mengambil keputusan, menghadapi berbagai karakter murid, serta menegakkan aturan tanpa menghilangkan sisi kemanusiaan.

Guru MAN 3 Kota Palembang, Ernawati, M.Pd., menjelaskan bahwa mahasiswa PPL perlu melihat secara langsung bagaimana disiplin dibangun dengan pendekatan yang tetap menghargai murid.

“Menjadi guru itu bukan hanya bagaimana kita menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana kita menghadapi murid dengan sabar. Ketika ada yang melakukan kesalahan, kita arahkan dan kita berikan pemahaman. Aturan tetap ditegakkan, tetapi caranya harus baik dan tidak dengan kekerasan,” ujar Ernawati.

Menurutnya, pengalaman tersebut penting bagi mahasiswa PPL karena situasi nyata di madrasah tidak selalu sama dengan teori yang diperoleh selama perkuliahan. Seorang guru dituntut mampu bersikap tegas sekaligus memahami kondisi murid.

“Kita ajarkan kepada mahasiswa bahwa adil itu bukan berarti semua diperlakukan persis sama, tetapi melihat persoalannya dengan bijak. Jangan langsung memberikan penilaian, tetapi dengarkan dulu, kemudian arahkan. Dengan begitu murid tetap merasa dihargai,” tambahnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran terintegrasi yang diterapkan MAN 3 Kota Palembang. Mahasiswa PPL tidak hanya memperoleh kesempatan untuk belajar merancang dan melaksanakan pembelajaran, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana nilai-nilai pendidikan diterapkan dalam interaksi sehari-hari.

Dari aktivitas piket, mahasiswa dapat melihat bahwa penegakan disiplin dapat dilakukan melalui komunikasi, keteladanan, kesabaran, dan pemberian pemahaman. Pendekatan seperti ini sekaligus memperlihatkan bahwa ketertiban madrasah dapat dibangun tanpa mengedepankan kekerasan atau tindakan yang merendahkan murid.

Dalam konteks moderasi beragama, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang konkret. Nilai keadilan dan kesetaraan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi diterapkan ketika guru menghadapi persoalan nyata. Sementara sikap toleran dan humanis ditunjukkan melalui cara guru mendengarkan, memahami, serta memberikan arahan kepada murid.

Dengan demikian, MAN 3 Kota Palembang tidak hanya menjadi tempat mahasiswa PPL belajar menjadi pengajar, tetapi juga menjadi ruang untuk memahami bagaimana menjadi guru yang sabar, adil, tegas, dan humanis.

Pengalaman sederhana di meja piket pun akhirnya menjadi pembelajaran yang lebih luas: bahwa menjadi guru bukan hanya tentang menguasai materi pelajaran, melainkan juga tentang cara memperlakukan manusia dengan adil dan bermartabat.

  • Penulis/Reporter : Nurhayati Siregar
  • Penyunting :  Andarusni Alfansyur
  • Dokumentasi : Jaya Madhonira