MAN3PLG.SCH.ID Berita Tenangkan Orang Tua Saat PTM Kembali Aktif, UKS MAN 3 Palembang Perkuat Siaga Kabut Asap dan Antisipasi ISPA

Tenangkan Orang Tua Saat PTM Kembali Aktif, UKS MAN 3 Palembang Perkuat Siaga Kabut Asap dan Antisipasi ISPA

PALEMBANG — Kembalinya aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seiring kondisi kabut asap yang berangsur membaik tidak membuat MAN 3 Kota Palembang mengendurkan kewaspadaan. Untuk memberikan rasa aman kepada murid sekaligus ketenangan bagi orang tua, Unit Kesehatan Sekolah (UKS) MAN 3 Palembang memperkuat kesiapsiagaan kesehatan melalui pemeriksaan fungsi peralatan vital, kesiapan kebutuhan penanganan awal gangguan pernapasan, ketersediaan masker, hingga pengendalian lingkungan madrasah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi berlapis agar PTM tidak hanya kembali berjalan secara akademik, tetapi juga ditopang sistem perlindungan kesehatan yang siap merespons apabila terdapat murid yang mengalami keluhan akibat sisa paparan kabut asap.

Kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi kualitas udara di Palembang selama September bersifat fluktuatif. BMKG sebelumnya mencatat konsentrasi PM2.5 di Palembang sempat mencapai kategori berbahaya pada 17 September, kemudian turun cukup tajam pada sore harinya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan kualitas udara dapat berlangsung dalam waktu relatif cepat sehingga pemantauan dan kesiapsiagaan satuan pendidikan tetap penting.

Karena itu, kesiapan UKS tidak berhenti pada memastikan peralatan kesehatan tersedia di dalam ruangan. Setiap perangkat yang berkaitan dengan pemeriksaan awal kondisi murid dipastikan benar-benar berfungsi dan dapat digunakan sesuai kebutuhan serta prosedur penanganan.

Oximeter, misalnya, dipastikan berfungsi untuk membantu mengukur saturasi oksigen ketika ditemukan murid yang mengalami keluhan sesak atau gangguan pernapasan. Pemeriksaan angka saturasi ini menjadi salah satu data awal yang dapat membantu menentukan apakah murid cukup beristirahat dan dipantau di UKS atau membutuhkan tindak lanjut dengan menghubungi orang tua dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kesiapan juga diperkuat pada nebulizer atau alat terapi uap untuk mendukung penanganan murid yang memiliki riwayat asma sesuai SOP dan arahan medis. Sementara itu, tekanan pada tabung oksigen beserta regulatornya dipastikan berada dalam kondisi layak sehingga perangkat tersebut siap sebagai bagian dari dukungan penanganan keadaan darurat sebelum murid memperoleh pertolongan medis lanjutan.

Akurasi tensimeter dan termometer digital turut diuji agar pemeriksaan awal tekanan darah maupun suhu tubuh memberikan data yang dapat dijadikan dasar pemantauan kondisi murid. Dengan demikian, UKS tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat ketika murid merasa kurang sehat, tetapi menjadi titik respons pertama yang mampu melakukan observasi awal secara lebih terukur.

Perlindungan juga menyasar kebutuhan paling sederhana tetapi penting, yakni masker. Persediaan masker medis dan masker dengan kemampuan filtrasi lebih tinggi seperti N95 diperkuat untuk mengantisipasi apabila kondisi udara kembali memburuk atau terdapat murid yang memerlukan perlindungan tambahan selama berada di lingkungan madrasah. Upaya ini sejalan dengan imbauan BMKG agar masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

Selain kesiapan perangkat, UKS MAN 3 Palembang memperkuat ketersediaan kebutuhan kesehatan yang berkaitan dengan keluhan yang kerap muncul pada periode kabut asap. Persediaan untuk membantu penanganan awal keluhan batuk, pilek dan radang tenggorokan ditata kembali, termasuk kebutuhan untuk membantu mengatasi iritasi mata akibat paparan debu dan asap.

UKS juga memastikan tersedia vitamin C dan madu sebagai kebutuhan pendukung, serta larutan saline steril sesuai peruntukannya untuk membantu membersihkan rongga hidung dari debu atau partikel yang mengganggu. Seluruh obat dan kebutuhan kesehatan tersebut dipastikan masih berada dalam masa pakai, disimpan sesuai ketentuan, dan memperhatikan aspek kehalalan produk. Pemberian obat kepada murid tetap dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi, riwayat kesehatan, aturan penggunaan, serta koordinasi dengan orang tua bila diperlukan.

Pendekatan ini membuat perlindungan kesehatan tidak berakhir setelah seorang murid masuk ke ruang UKS. Apabila ditemukan keluhan seperti sesak, batuk berat, mata sangat teriritasi, tubuh lemas, atau kondisi lain yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, madrasah dapat melakukan respons bertahap melalui pemeriksaan awal, mengistirahatkan murid, menghubungi orang tua, hingga merujuk ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

Dengan pola tersebut, orang tua tidak hanya memperoleh informasi bahwa UKS menyediakan obat, tetapi memiliki kepastian bahwa madrasah telah membangun alur respons kesehatan sejak gejala awal dikenali sampai keputusan tindak lanjut dilakukan.

Kesiapsiagaan tersebut kemudian diperluas dari ruang UKS menuju lingkungan belajar. MAN 3 Palembang memandang perlindungan kesehatan saat kabut asap tidak cukup dilakukan ketika murid sudah mengalami keluhan. Lingkungan harus lebih dahulu dikelola untuk mengurangi faktor yang berpotensi memperberat paparan.

Halaman dan tanaman di lingkungan madrasah dilakukan penyiraman secara berkala untuk membantu menekan debu yang kembali beterbangan setelah periode kabut asap. Di ruang belajar, ventilasi disesuaikan dengan kondisi udara luar, sementara penggunaan penyaring udara atau air purifier sederhana menjadi salah satu langkah tambahan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Kebersihan lingkungan juga diperkuat melalui pemeliharaan selokan dan area sekitar madrasah. Sampah yang berpotensi menyumbat aliran air maupun menjadi sumber gangguan kesehatan dibersihkan, sedangkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dipastikan berada dalam kondisi siap sebagai bagian dari kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran.

Langkah lingkungan tersebut sekaligus memperkuat implementasi ekoteologi di MAN 3 Palembang. Menjaga udara, air, tanaman dan kebersihan lingkungan ditempatkan sebagai bentuk tanggung jawab manusia dalam merawat amanah Allah. Dengan perspektif tersebut, kesiapsiagaan menghadapi kabut asap tidak berhenti pada perlindungan diri, tetapi juga diarahkan pada pembentukan budaya warga madrasah yang peduli terhadap sumber masalah lingkungan.

MAN 3 Palembang juga tetap mendorong murid untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker ketika kondisi udara menurun, mengurangi aktivitas luar ruang ketika asap kembali meningkat, serta segera melapor kepada guru atau petugas UKS apabila mengalami gangguan kesehatan.

Kembalinya PTM dengan demikian bukan dimaknai sebagai berakhirnya kewaspadaan terhadap kabut asap. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi fase baru untuk menguatkan kesiapan madrasah melalui sistem kesehatan yang lebih responsif, lingkungan belajar yang lebih terjaga, serta komunikasi yang lebih erat dengan orang tua.

Melalui penguatan fungsi UKS, kesiapan alat vital, kebutuhan penanganan awal gangguan pernapasan, perlindungan masker, hingga pengelolaan lingkungan berbasis ekoteologi, MAN 3 Palembang berupaya menghadirkan satu pesan penting kepada orang tua: proses belajar kembali aktif, tetapi perlindungan kesehatan murid tetap menjadi prioritas.

  • Penulis/Reporter : Nurhayati Siregar
  • Penyunting :  Andarusni Alfansyur
  • Dokumentasi : Jaya Madhonira