Palembang, — Suasana Ramadan dapat menjadi kesempatan menghubungkan kedisiplinan diri dengan saling menghormati selama Ramadan di MAN 3 Kota Palembang. Pendidikan tidak berhenti pada nasihat, tetapi melihat bagaimana nilai itu diterjemahkan ke tindakan yang mempertimbangkan kondisi warga madrasah. Perhatian ini erat dengan budaya saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu tindakan yang dapat dipilih ialah menjaga sikap terhadap perbedaan kondisi ibadah. Pelaksanaan yang wajar perlu memperhatikan ritme kegiatan Ramadan, sehingga tanggung jawab belajar maupun ibadah tidak saling menghambat. Di pergaulan dan diskusi murid, penjelasan singkat dan contoh nyata akan lebih efektif daripada himbauan yang terlalu umum.
Hasil yang perlu diperhatikan antara lain kenyamanan seluruh warga belajar. Ukuran tersebut harus dibaca hati-hati karena candaan yang dianggap biasa bisa melukai teman. Nilai Ramadan akan lebih bermakna bila praktik yang baik tetap bisa diteruskan pada hari-hari biasa.
Mengenai keterkaitan nilai dan tindakan pada Ramadan, Kepala MAN 3 Kota Palembang, Dra. Nuraini Farida, M.Si., menegaskan, “Ramadan mengajarkan tanggung jawab yang dikerjakan, bukan hanya disampaikan. Melalui langkah menjaga sikap terhadap perbedaan kondisi ibadah, nilai budaya saling menghormati perlu tampak pada kenyamanan seluruh warga belajar.” Gagasan itu menempatkan pembiasaan Ramadan sebagai proses membentuk tanggung jawab yang berkelanjutan.
Setelah Ramadan, praktik yang relevan tetap perlu mendapat tempat dalam rutinitas madrasah. Pembahasan tentang saling menghormati selama Ramadan akan lebih berguna apabila berdampak pada kenyamanan seluruh warga belajar, tanpa memberatkan warga yang terlibat. Dengan begitu, pembelajaran nilai keagamaan bertemu dengan tanggung jawab sehari-hari.”
