MAN3PLG.SCH.ID Berita Jaga Mutu Madrasah, Guru MAN 3 Palembang Ukur Kompetensi Melalui AKGTK 2026

Jaga Mutu Madrasah, Guru MAN 3 Palembang Ukur Kompetensi Melalui AKGTK 2026

Palembang, — Upaya menjaga mutu pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian murid, tetapi juga pada kualitas dan kompetensi guru serta tenaga kependidikan. Hal tersebut menjadi perhatian MAN 3 Kota Palembang melalui keikutsertaan guru dalam Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2026 yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026.

Pelaksanaan AKGTK menjadi momentum bagi guru MAN 3 Kota Palembang untuk mengukur kompetensi sekaligus melakukan refleksi terhadap kapasitas profesional yang dimiliki. Asesmen ini menjadi bagian dari proses pengembangan kualitas sumber daya manusia madrasah agar semakin siap memberikan layanan pendidikan yang bermutu.

Dalam pelaksanaannya, guru mengikuti asesmen sesuai jadwal dan bidang kompetensi yang telah ditetapkan. Berdasarkan ketentuan pelaksanaan AKGTK 2026, materi asesmen mencakup kompetensi yang relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing peserta, termasuk kompetensi pedagogik, profesional, serta sosial kultural dengan muatan moderasi beragama.

Bagi MAN 3 Kota Palembang, AKGTK tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda evaluasi, tetapi menjadi bagian dari budaya peningkatan mutu. Hasil asesmen dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat kekuatan sekaligus ruang pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran yang terus berkembang.

Kepala MAN 3 Kota Palembang, Dra. Nuraini Farida, M.Si., menyampaikan bahwa kualitas madrasah sangat berkaitan erat dengan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yang berada di dalamnya.

“Guru yang terus mengukur dan mengembangkan kompetensinya akan lebih siap menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi murid. Karena itu, AKGTK menjadi momentum untuk melakukan refleksi, memperkuat profesionalitas, dan memastikan kompetensi guru terus berkembang sesuai kebutuhan pendidikan,” (08.10.2026) ujar Nuraini Farida.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti pada pelaksanaan asesmen. Menurutnya, hasil evaluasi harus menjadi pijakan untuk memperkuat praktik pembelajaran, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta membangun lingkungan pendidikan yang semakin berkualitas.

“Mutu madrasah dibangun dari proses yang berkelanjutan. Ketika guru terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensinya, maka dampaknya akan kembali kepada kualitas pembelajaran dan perkembangan murid,” lanjutnya.

Keikutsertaan guru MAN 3 Kota Palembang dalam AKGTK 2026 sekaligus memperkuat komitmen madrasah dalam membangun Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan pedagogis, profesional, sosial, dan nilai-nilai moderasi beragama dalam menjalankan tugasnya.

Melalui momentum AKGTK 2026, MAN 3 Kota Palembang terus mendorong penguatan kapasitas guru sebagai fondasi utama peningkatan mutu madrasah. Guru kompeten, pembelajaran berkualitas, dan murid semakin siap menghadapi masa depan. (NS)