MAN3PLG.SCH.ID Berita Bangun Kepedulian dan Semangat Damai, MAN 3 Kota Palembang Jadikan Hari Perdamaian Internasional sebagai Momentum Menjaga Kerukunan

Bangun Kepedulian dan Semangat Damai, MAN 3 Kota Palembang Jadikan Hari Perdamaian Internasional sebagai Momentum Menjaga Kerukunan

PALEMBANG — Perdamaian tidak hanya dimaknai sebagai kondisi tanpa konflik, tetapi juga sebagai sikap yang tumbuh dari kepedulian, saling menghargai, dan kemauan untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Semangat tersebut menjadi pesan yang diangkat MAN 3 Kota Palembang dalam memperingati Hari Perdamaian Internasional, 21 September 2026.

Mengusung semangat “Bersatu Menjaga Damai untuk Dunia”, momentum ini menjadi pengingat bagi warga madrasah bahwa menciptakan lingkungan yang damai dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun dalam pergaulan digital.

Guru BK MAN 3 Kota Palembang, Evi Jayana Putri, S.Psi., menjelaskan bahwa perdamaian perlu dibangun melalui kebiasaan menghargai perbedaan dan menjaga cara berkomunikasi dengan orang lain.

“Perdamaian sebenarnya dimulai dari hal-hal sederhana. Ketika kita mampu menghargai orang lain, mendengarkan tanpa menghakimi, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan perbedaan dengan komunikasi yang baik, dari situlah lingkungan yang damai dapat tumbuh,” ujar Evi.

Menurutnya, nilai perdamaian juga penting ditanamkan kepada murid karena lingkungan pendidikan merupakan ruang bagi mereka untuk belajar berinteraksi dengan berbagai karakter dan latar belakang.

“Di madrasah, murid belajar bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang sehat dengan teman, guru, dan lingkungan. Sikap saling menghormati, empati, dan tidak mudah menyebarkan konflik merupakan bagian dari pembentukan karakter,” lanjutnya.

Pesan tersebut semakin relevan di tengah kehidupan digital yang memungkinkan informasi dan respons tersebar dengan cepat. Menurut Evi, menjaga perdamaian juga berarti mampu mempertimbangkan dampak sebelum menyampaikan sesuatu, termasuk ketika berkomunikasi melalui media sosial.

“Di ruang digital, kita juga perlu memiliki kesadaran bahwa setiap kata dapat berdampak kepada orang lain. Karena itu, berpikir sebelum menulis, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas, serta menghindari komentar yang dapat memicu konflik merupakan bentuk sederhana menjaga perdamaian,” jelasnya.

Bagi MAN 3 Kota Palembang, semangat Hari Perdamaian Internasional selaras dengan pembentukan karakter murid yang berakhlak dan mampu hidup berdampingan secara harmonis. Perdamaian tidak berhenti pada sebuah peringatan, tetapi diharapkan menjadi kebiasaan yang tercermin dalam sikap sehari-hari.

Dari lingkungan madrasah, semangat tersebut dapat dimulai melalui budaya saling menghargai, menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, menjaga tutur kata, membantu sesama, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, Hari Perdamaian Internasional menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Dimulai dari diri sendiri, lingkungan terdekat, hingga ruang digital, setiap warga madrasah memiliki peran dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan terhadap sesama.

  • Penulis/Reporter : Nurhayati Siregar
  • Penyunting :  Andarusni Alfansyur
  • Dokumentasi : Jaya Madhonira